Tingkat keimanan seseorang.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tingkat keimanan kita sesungguhnya dapat kita ukur sendiri.
Caranya ada berbagai macam metode, salah satunya yang akan kita bahas disini adalah dengan melihat motivasi kita dalam beribadah.
Ada berbagai macam alasan yang memotivasi kita dalam beribadah yaitu.
1. Kewajiban.
Motivasi ini merupakan motivasi yg paling dasar. Motivasi kewajiban ini pun dapat dibagi menjadi 2, yaitu kewajiban akan status, dan takut akan dosa.
Kewajiban akan status akan memotivasi orang tersebut untuk memilih suatu agama dan beribadah hanya untuk memenuhi statusnya, sedangkan takut akan dosa lebih memacu orang tersebut untuk (hanya) beribadah untuk menggugurkan kewajibannya tersebut (tanpa mempedulikan kualitas ibadah, hanya kuantitas ibadah).
2. Kebutuhan.
Dalam tingkatan ini, manusia akan lebih meningkatkan kualitas ibadahnya hanya bedasarkan jika sedang butuh saja (ya walau terkadang ada orang yang hanya shalat jika ada butuhnya saja). Mengapa tingkatan ini lebih tinggi dari pada tingkatan yang pertama tadi?
Hal ini di karenakan oleh faktor kualitas dari ibadah yang dilakukan oleh orang tersebut (jika kita sedang butuh, tentu kita akan merayu pihak pihak yang berwenang dengan sebaik baiknya).
3. Rasa syukur / terima kasih atas nikmat dan karunia yang telah ALLAH berikan.
Ini adalah motivasi terbesar yang paling sering kita temukan. Ibadah atas motivasi ini tentu di laksanakan atas rasa syukur setelah diberi nikmat oleh ALLAH baik itu bersifat insidentil maupun permanen.
4. Atas dasar rasa cinta kepada ALLAH.
Motivasi ini merupakan motivasi tertinggi.
Dalam motivasi ini kita merasa, walau sering kita melupakan nikmat ALLAH (terutama ketika kita tidur), ALLAH tetap senantiasa menjaga kita, melindungi kita (dan tetap menjaga jantung kita berdetak ketika tidur, otot usus kita bekerja walau kita terlelap).
Bayangkan apabila ketika kita melupakan ALLAH dan ALLAH pun melupakan kita. Ya, tanpa disadari, kita merupakan makhluk yang memang dibuat untuk senantiasa lupa (terutama akan kodrat tujuan penciptaan kita yaitu beribadah).
Sesungguhnya ibadahku, shalatku, hidupku dan matiku hanya untuk ALLAH lil la hita'ala
Ya semoga di notes yang tulisannya semrawutz bin ngalor ngidul ini bisa membuat kita untuk termotivasi untuk lebih meningkatkan ketakwaan dan kualitas kita.
Amien.
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
upku dan
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tingkat keimanan kita sesungguhnya dapat kita ukur sendiri.
Caranya ada berbagai macam metode, salah satunya yang akan kita bahas disini adalah dengan melihat motivasi kita dalam beribadah.
Ada berbagai macam alasan yang memotivasi kita dalam beribadah yaitu.
1. Kewajiban.
Motivasi ini merupakan motivasi yg paling dasar. Motivasi kewajiban ini pun dapat dibagi menjadi 2, yaitu kewajiban akan status, dan takut akan dosa.
Kewajiban akan status akan memotivasi orang tersebut untuk memilih suatu agama dan beribadah hanya untuk memenuhi statusnya, sedangkan takut akan dosa lebih memacu orang tersebut untuk (hanya) beribadah untuk menggugurkan kewajibannya tersebut (tanpa mempedulikan kualitas ibadah, hanya kuantitas ibadah).
2. Kebutuhan.
Dalam tingkatan ini, manusia akan lebih meningkatkan kualitas ibadahnya hanya bedasarkan jika sedang butuh saja (ya walau terkadang ada orang yang hanya shalat jika ada butuhnya saja). Mengapa tingkatan ini lebih tinggi dari pada tingkatan yang pertama tadi?
Hal ini di karenakan oleh faktor kualitas dari ibadah yang dilakukan oleh orang tersebut (jika kita sedang butuh, tentu kita akan merayu pihak pihak yang berwenang dengan sebaik baiknya).
3. Rasa syukur / terima kasih atas nikmat dan karunia yang telah ALLAH berikan.
Ini adalah motivasi terbesar yang paling sering kita temukan. Ibadah atas motivasi ini tentu di laksanakan atas rasa syukur setelah diberi nikmat oleh ALLAH baik itu bersifat insidentil maupun permanen.
4. Atas dasar rasa cinta kepada ALLAH.
Motivasi ini merupakan motivasi tertinggi.
Dalam motivasi ini kita merasa, walau sering kita melupakan nikmat ALLAH (terutama ketika kita tidur), ALLAH tetap senantiasa menjaga kita, melindungi kita (dan tetap menjaga jantung kita berdetak ketika tidur, otot usus kita bekerja walau kita terlelap).
Bayangkan apabila ketika kita melupakan ALLAH dan ALLAH pun melupakan kita. Ya, tanpa disadari, kita merupakan makhluk yang memang dibuat untuk senantiasa lupa (terutama akan kodrat tujuan penciptaan kita yaitu beribadah).
Sesungguhnya ibadahku, shalatku, hidupku dan matiku hanya untuk ALLAH lil la hita'ala
Ya semoga di notes yang tulisannya semrawutz bin ngalor ngidul ini bisa membuat kita untuk termotivasi untuk lebih meningkatkan ketakwaan dan kualitas kita.
Amien.
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
upku dan
oleh: Rizky Hadyanto R
0 nhận xét: on "Tingkat keimanan seseorang"
Post a Comment